Yahoo! Questions/Réponses
  1. Accueil >
  2. Entreprises et finance >
  3. Entreprises et finance - Divers >
  4. Questions résolues
Tims Tims
Membre depuis :
15 décembre 2007
Total des points :
139 (niveau 1)

Questions résolues

Autre question »

Di saat kapan sebaiknya seorang pekerja resign menurut anda?

  • Il y a 2 ans
panda_girl by panda_gi...
Membre depuis :
06 janvier 2008
Total des points :
857 (niveau 2)

Meilleure réponse - Choisie par les votants

Hai,
Kebetulan nih, beberapa bulan lalu aku menghadapi dilema dan harus mengambil keputusan, apakah akan lanjut kerja atau resign.
Saat memutuskan untuk bicara ke atasan bahwa aku ingin resign, ada beberapa hal yang membuat aku akhirnya mengambil keputusan itu.

1. Pekerjaan sudah tidak menantang. Aku merasa bahwa mengerjakan pekerjaan yang itu-itu saja hampir 5 tahun rasanya hampir 'membunuh' kreatifitas saya.
2. Lingkungan kurang mendukung. Mungkin juga karena ketemu dengan orang itu-itu saja, aku akhirnya jadi bosan sendiri & mulai jenuh dengan keadaan ini. Malah beberapa teman mulai sepertinya tidak mendukung lagi.
3. Keinginan untuk mencari industri baru. Hal ini membuat aku mencoba untuk melamar di tempat lain. Dengan harapan kerjaan akan jadi lebih menantang & lingkungan akan lebih segar.

Untuk beberapa teman lain yang aku tanyakan pendapatnya mengapa mereka resign; ada yang mengatakan kalo gajinya gak naik2, tidak ada promosi, ada tawaran yang lebih baik, menikah (untuk wanita), lingkungan kerja kurang cocok, ada masalah pribadi dengan boss atau rekan kerja, tempat kerja yang terlalu jauh, ingin sekolah lagi (& kosentrasi sekolah tanpa kerja), pekerjaan tidak sesuai bidang pendidikan, dan industri yang kurang cocok.

Memang banyak yang bilang, "zaman susah kayak gini...jangan pilih2 kerja, udah syukur ada kerjaan". Tapi buatku, penting banget buat cari pekerjaan yang kita sukai. Passion & kecintaan kita terhadap kerjaanlah yang membuat kita sukses & tekun untuk bekerja. Satu hal lagi yang harus dipertimbangkan, ada baiknya untuk 'tangan kanan ada pegangan baru tangan kiri lepas'. Kalo memungkinkan, sebaiknya kamu ada kerjaan baru baru lepas yang lama, biar gak jadi pengangguran maksudnya...:)

So, kalo emang udah gak betah, dipikirkan dengan matang bahwa itu keputusan yang tepat, berdoa minta hikmat dari-NYA, & kalau hati kecil bilang bahwa resign (or pindah kerja) adalah keputusan yang tepat...memang sebaiknya kamu resign.

Anyway, selamat berjuang teman...keputusan ada di tanganmu & aku doakan semoga kamu bahagia dengan kerjaanmu...punya passion & kecintaan...karena kerjaan itu ibadah, yang harus dilakukan dengan rajin, tulus, & tekun.

Selamat berjuang, teman!! ^_____________^
  • Il y a 2 ans
100% 3 votes

Il n'y a encore aucun commentaire à cette question.

Autres réponses (8)

  • D-86 by D-86
    Membre depuis :
    07 février 2008
    Total des points :
    483 (niveau 2)
    kalo suasana kerja dah gk asik lagi n bos otoriter, ngapain bertahan???
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes
  • simsguy by simsguy
    Membre depuis :
    06 janvier 2008
    Total des points :
    789 (niveau 2)
    saat dia sdh tdk bisa memberikan kontrobusi yg berarti bwt pekerjaannya, krn alasan apapun. contohnya krn bosan ato apalah. krn klo dia bosan kan kerjanya jg ga maksimal, klo ga maksimal mending resign. ataupun contoh2 lain
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes
  • ear_one by ear_one
    Membre depuis :
    29 janvier 2008
    Total des points :
    258 (niveau 2)
    Wah...seruu nih...tapi aku jadi sedikit bingung..dari jawaban temen-temen ada yg jawab Pada Posisi Bos,Ada yang jawab Di posisi karyawan..
    Aku ambil jalan tengahnya aja deh..kebetulan aku saat ini berada di posisi atasan dan juga di posisi bawahan..aku seorang manager area di suatu Perusahaan...
    Kalo Posisi Sebagai atas an akau menjawab :
    Jika Pekerja tersebut sudah memasuki Fase No Motivation & No Potensial (Tidak berkembang)..Karena Pekerja memiliki Beberapa fase :
    1.Motivation & No Potensial (Punya semangat tapi ga punya skill) lalu memasuki Fase
    2.Motivation & Potensial (Punya Semangat & Skil bertambah..fase ini yang lagi Hot-hotnya berprestasi)
    3.No.Motivation & Potensial (Mulai Tdak bergairah dgn pekerjaan tapi punya skill) lalu yangb terakhir memasuki fase yang lebih parah
    4.NO MOTIVATION & NO POTENSIAL (Tidak lagi bersemangat dan tidak mau lagi berkembang) Fase ini Menuju ke dua pilihan RESIGNT atau Kembalikan ke Fase awal.

    Jawaban Aku sebagai Pekerja :
    sambil jalanin kerjaan sambil kumpulin modal,buka usaha..usah udah jalan ya..resignt...jadi deh BOS sejati...

    moga membantu

    See U

    Sources :

    Pengalaman Pribadi
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes
  • Jene by Jene
    Membre depuis :
    21 juillet 2007
    Total des points :
    50367 (niveau 7)
  • NyuciBaju by NyuciBaj...
    Membre depuis :
    28 septembre 2007
    Total des points :
    10224 (niveau 6)
    Mengapa seh kamu ingin pindah kerja? Ada banyak alasan mengapa seseorang
    berkeinginan untuk mencari pekerjaan baru. Tak jarang keinginan tersebut
    bersifat emosional hanya karena salah seorang rekan kerja kita mendapatkan
    pekerjaan baru. Kita menganggap mereka begitu beruntung, dan kita tak cukup
    beruntung mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

    Tetapi, sebenarnya tujuan terpenting dari keputusan kita untuk pindah kerja
    adalah untuk mendapatkan sebuah kehidupan yang kita angankan. Tak sedikit
    orang meninggalkan pekerjaan yang memberikan penghasilan besar hanya karena
    ingin bekerja pada profesi yang ia idam-idamkan sejak kecil.

    Berikut ini ada beberapa keadaan dimana bila kamu menemukan atau
    berada di salah satu atau lebih kondisi tersebut, kamu bisa deh mempertimbangkan
    untuk pindah kerja.

    1--Kamu tidak menyukai atasan kamu atau sebaliknya atasan kamu tidak menyukai kamu, atau kamu mempunyai konflik dengan atasan, kolega, bawahan, rekan kerja,
    kontraktor, customer, -- dan kamu tidak bisa mengatasinya.

    2--Kamu sedang merencanakan untuk menjalankan usaha anda sendiri, namun kamu
    sedikit khawatir untuk melakukan langkah pertama.

    * Semakin lama kamu bertahan di pekerjaan kamu sekarang, semakin besar
    kekhawatiran kamu untuk mengambil langkah pertama bagi bisnis kamu sendiri.

    3--kamu menderita stress berat akibat dari pekerjaan kamu: sakit kepala,
    kurang tidur, gelisah, gangguan pencernaan, tertekan. Bahkan kamuy
    melimpahkan semua keputus-asaan yang kamu derita dari kerja kepada keluarga.

    * Semestinya bekerja adalah bagian dari tujuan kesejahteraan kehidupan kamu.
    Jika pekerjaan kamu sekarang justru menjauhkan kamu dari tujuan tersebut,
    mengapa kamu tak mempertimbangkan untuk meraih kehidupan yang lebih baik,
    yang terbebas dari tekanan dan derita?

    4--kamu terbebani oleh pekerjaan, proyek, dan stress membuat kamu gila.

    * Jika kamu ingin melakukan sesuatu yang kamu senangi, dan kamu
    menganggapnya sebagai bagian dari kebahagiaan hidup kamu, tetapi pekerjaan
    telah menyita seluruh waktu kamu, maka mungkin ini saatnya kamu mencari
    pekerjaan yang memberikan kemungkinan luas bagi pemenuhan tujuan dan
    nilai-nilai pribadi kamu.

    5--Kamu tidak bahagia pada pekerjaan anda. Bahkan sejumlah liburan pun
    takkan mampu memberi kamu kebahagiaan itu.

    * Kamu akan bekerja baik dan memberikan hasil yang positif jika kamu senang
    dengan pekerjaan kamu. Mungkin tak selamanya kita mendapatkan pekerjaan yang
    kita idamkan, tetapi setidaknya kita bisa menyenangi pekerjaan yang sekarang
    ini.

    6--Kamu tak mendapatkan promosi yang semestinya anda terima. Malahan, orang
    lainlah yang mendapatkan posisi itu.

    * Jangan bekerja dengan memelihara rasa dendam dan kecewa. Singkirkan itu
    dan terimalah keadaan sebagaimana adanya. Namun jika kamu tak bisa
    menerimanya, jangan memiliki pandangan yang sempit. Di luar sana ada banyak
    kesempatan, jika itu benar-benar milik kamu.

    7--Kamu terjebak dalam politik kantor yang berlarut-latur. Sedangkan para
    top manajemen di kantor anda tampak tidak memiliki integeritas.

    * Tak perlu bersikap naif dalam menghadapi politik kantor. Itu adalah
    sesuatu yang biasa terjadi dimana-mana. Bila kamu tak tahan, jangan
    korbankan integeritas anda sendiri. Masih banyak kantor dan perusahaan yang
    menjunjung tinggi nilai-nilai keintegeritasan seseorang.

    8--Kamu berada di lingkungan kerja yang kacau, kejam, kasar, bagai penjara
    dan tak menjunjung martabat karyawan.

    * Bukankah kita mendambakan lingkungan kerja yang bermartabat, saling
    menghormati, menjunjung tinggi nilai-nilai profesionalisme? Jika kamu tak
    mampu hidup di situasi yang keras (padahal bisnis itu keras) maka segera
    cari pekerjaan lain yang sesuai dengan jiwa kamu.

    9--Kamu merasa usaha-usaha kamu tak lagi dihargai.

    * Keinginan dasar setiap orang adalah mendapatkan penghargaan. Bagi banyak
    orang, penghargaan adalah kehormatan. Jika kehormatan tak lagi dihargai,
    bagaimana kamu bisa melakukan sesuatu dengan baik dan meraih kehidupan kerja
    dengan baik pula?

    10--Kamu merasa inilah saatnya untuk pindah, tetapi belum tahu dimana harus
    memulainya, atau takut untuk memulainya.

    * Jika kamu merasa sudah waktunya untuk pindah, karena alasan apa pun,
    sebenarnya ketakutan kamu hanyalah penghalang besar yang perlu kamu
    singkirkan.

    Jika kondisi-kondisi di atas tampak jelas pada keadaan kamu, mungkin inilah
    waktunya untuk melakukan perbaikan dalam karier dan kehidupan kamu. Ada
    banyak alasan untuk melakukan perubahan yang positif. Pelajari kembali
    seluruh perjalanan karier kamu sejujurnya. Pertimbangkan itu sebagai bagian
    dari kehidupan yang kamu dambakan. Jika kamu merasa harus melakukan suatu
    perubahan dalam pekerjaan anda, berbicaralah dengan seseorang yang kamu
    percaya. Dapatkan pertimbangan-pertimbangan dan strategi untuk melakukannya.
    Kemudian, susun berbagai rencana untuk mewujudkannya. Selamat meraih sesuatu
    yang lebih baik.
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes
  • edien r by edien r
    Membre depuis :
    14 janvier 2008
    Total des points :
    181 (niveau 1)
    Pengalaman Resign sudah saya lakukan selama 5 kali, dan satu perusahaan diantaranya memanggil saya kembali. Hampir semua pertimbangan yang saya lakukan untuk resign adalah karena tantangan. Hal ini bisa dilihat dari jenis perusahaannya 1. Kantor Akuntan sbg Auditor, 2. General Insurance sbg Marketing, 3 Hotel sbg Acct Mgr; 4. Karoseri sbg Mgr Operasional. and 5 Back to Hotel sbg Acct Mgr. Menurut saya alasan yang paling bijak dan tepat adalah karena suatu tantangan, dan bukan karena ketidaknyamanan pekerjaan yang kita lakoni. Karena kalau karena ketidaknyamanan (contoh tidak cocok dgn atasan atau bawahan atau jenis pekerjaannya) hal ini akan kita temui juga nantinya pada perusahaan berikutnya. Dan bukan karena mengejar jabatan yang lebih tinggi. Sebab menurut saya jabatan itu dgn sendirinya akan mengikuti kemampuan yg ada pada kita. Artinya ketika kita memutuskan untuk mengambil tantangan berikutnya pertimbangannya berikutnya adalah karena kita mampu untuk melaksanakan secara profesional, soal jabatannya itu tinggal kriteria yg dibuat oleh perusahaan itu sendiri. Dan perlu diingat juga bahwa 2 hal yang harus juga di pertimbangkan adalah seberapa besar benefit yang kita terima dan seberapa besar risiko yang kita akan jalani nantinya kalo tidak berhasil. Umumnya kita menerima suatu pekerjaan yg baru karena hanya melihat dari sisi benefitnya saja seperti gaji, jabatan n fasilitasnya. Dengan mempertimbangkan sisi risiko artinya kita juga mempersiapkan mental kita. Satu hal yang perlu diingat juga bahwa jangan menonjolkan kepintaran kita di perusahaan yang baru karena ini akan menjadi bom waktu bagi kita, walau bagaimanapun kita adalah bayi yang baru lahir diperusahaan yg baru jadi kita perlu banyak mempelajari lingkungan yg ada. Membina hubungan yang baik adalah yang utama bukan menonjolkan kepintaran. Karena kalo kita sudah mampu membina hubungan baik dengan orang2 yang baru baik itu bawahan maupun atasan artinya kita dengan mudah akan menjalani pekerjaan kita. Tetapi sebaliknya kalo kita tidak mampu membina hubungan baik maka sepintar apapun kita semua ide2 briliant kita tetap akan dianggap sepele saja. Menurut para pakar EQ hanya 10% kita memanfaatkan kepintaran atau IQ kita sedangkan sisanya adalah 90% EQ, EQ bisa kita terjemahkan secara simple adalah membina hubungan baik dengan rekan kerja baik atasan maupun bawahan.
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes
  • Herry w by Herry w
    Membre depuis :
    23 janvier 2008
    Total des points :
    838 (niveau 2)
    Saat hasil kerja kita tak bisa lagi memenuhi kebutuhan kita
    Saat pekerjaan kita tidak lagi memberikan dorongan bagi kita untuk berusaha lebih maju lagi
    Saat kita uda bosan
    Saat kita menemukan pekerjaan lain yang lebih menjanjikan
    Saat kita uda punya pasive income sehingga kita ga perlu kerja lagi.
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes
  • Josey W by Josey W
    Membre depuis :
    27 janvier 2008
    Total des points :
    995 (niveau 2)
    Kalo loe udah ada rencana lain yg masuk akal. Jangan loe asal lepas aja tuh kerjaan, trus rencana yg loe buat ternyata cuman ecek2. Jadi pengangguran deh loe.

    Sebenernya ada beberapa alasan sih yg bisa gw temuin. Pertama, kalo loe ada tawaran kerja yg lebih bagus. Lebih bagus bukan berarti cuman gara2 gajinya lbh tinggi, tapi mungkin juga karena loe udah gak cocok ama bos loe sekarang, jadi loe pengen pindah. Kedua, loe pengen berwira usaha. Nah, yg ini tuh lebih bagus lagi. Selain mudah2an bisa menghidupi loe, loe juga bisa menghidupi orang lain. Alesan yg lain mungkin loe mau gabung sama ormas2 domestik ato international dan semacamnya.
    • Il y a 2 ans
    0% 0 votes

Sites internationaux :

Yahoo! n'évalue pas ni ne garantit l'exactitude des contenus de Yahoo! Questions/Réponses. Cliquez ici pour accéder au texte complet de l'avertissement.

Aidez-nous à améliorer Yahoo! Questions/Réponses. Donnez-nous votre avis.